Sosialisasi SQI bersama Camat Sako Palembang

Sako-  Selasa (26/10) Telah terlaksana silaturahmi dari tim Sekolah QuranPreneur Indonesia ke Kantor Camat Sako. Dalam kesempatan ini Tim Sekolah Qur’anPreneur Indonesia mensosialisasikan terkait dengan Profil Sekolah Qur’an preneur Indonesia, Visi Misi dan arah geraknya, dengan menggunakan bahan presentase power point.

Dalam kesempatan ini kedatangan kami disambut baik dengan Sekretaris Camat Bapak Jufriansyah.,S.STP.,M.Si selaku perwakilan  Camat Sako Palembang.

Wah, kepala sekolahnya masih muda, celetukan pak sekcam.

“Presentasi disampaikan oleh kepala sekolah QuranPreneur Indonesia dengan penuh semangat. Sekolah QuranPreneur Indoneisa adalah suatu bentuk terobosan baru dimana jika di Sekolah Islam Terpadu kita akan dihadapkan pada biaya yang lumayan mahal, namun di RTYD kita akan mendapatkan fasilitas sekolah gratis bagi Yatim Dhuafa dengan presentase 80 persen pelajaran agama dan 20 persen pelajaran umum. “Jelas Kepala Sekolah QuranPreneur Indonesia

Selain menjelaskan terkait kelebihan dari Sekolah Qur’anPreneur Indonesia. Dalam kesempatan ini, Kepala Sekolah Qur’anPreneur Indonesia juga menjelaskan terkait kondisi pendidikan terutama pendidikan bagi anak anak ditengah pandemic, dimana kualitas pendidikan dirasa menurun ditambah lagi dengan beban kuota internet yang harus dipenuhi, dimana siswa yang orang tuanya berpenghasilan menengah kebawah merasa keberatan. Dengan adanya Sekolah Qur’anPreneur menjadi inovasi baru dengan system pendidikan offline dan jumlah siswa yang tidak lebih dari 10 orang.

Selain itu, Tim juga meminta untuk Bapak Camat Sako sebagai Dewan Pembina Kehormatan di Sekolah Qur’anPreneur Indonesia.

Insya Allah permintaan menjadi Dewan Pembina Kehormatan akan saya sampaikan ke Pak Camat “Semoga SQI sukses selalu” Tutur Sekcam Sako

1 komentar untuk “Sosialisasi SQI bersama Camat Sako Palembang”

  1. Semoga Berkah, semoga Allah mudahkan ikhtiar untuk memuliakan penghafal quran yatim dhuafa untuk peradaban mendatang yg lebih baik. Aamiin

Komentar ditutup.